> Kenapa kita harus menjaga ucapan?

Menu Atas

Kenapa kita harus menjaga ucapan?

11/09/2015

Hati-hati dengan kata-kata yang keluar dari mulut Anda karena Lidah Setajam Pedang

Pernah mendengar istilah “Lidah tak bertulang” ,“Lidah setajam pedang”  atau “Mulut mu harimau mu”. Ya…. itu lah kekuatan kata-kata jika kita melontarkan hal yang menyakitkan ke lawan bicara kita, meskipun lawan bicara kita tidak mengeluarkan darah atau jadi terjungkal tubuh nya tetapi di dalam hati mereka terluka.

Dahsyat nya sebuah kata-kata yang menyakiti dapat langsung mempengaruhi psikologis seseorang, bahkan ada sebuah kebiasaan yang di lakukan oleh penduduk di kepulauan Solomon Pasifik Selatan ketika ada pohon yang hendak di tebang tetapi sangat sulit karena akar nya sangat kuat maka mereka mengumpulkan beberapa penduduk untuk menaiki pohon  dan juga mengelilingi pohon tersebut, setelah itu mereka mulai meneriaki dan memaki pohon tersebut  berjam-jam dan hal ini di lakukan selama 40 hari.

Secara perlahan pohon itu daunnya mulai berguguran dan ranting nya mengering hingga akhir nya mati, pohon pun bisa dengan mudah di tumbangkan. Mereka telah membuktikan teriakan dan makian terhadap mahluk hidup  seperti pohon akan menyebabkan mahluk tersebut kehilangan roh nya.  Nah sekarang jika kita berteriak atau memaki pada orang lain maka sadarlah kita sedang mematikan roh nya.

Seperti di kutin oleh Aa Gym mulut itu seperti teko, dia akan mengeluarkan apa yang ada di dalam teko. Jika teko nya berisi air syrup maka yang keluar dari teko itu ketika di tuangkan adalah air syrup yg manis, begitu juga jika di dalam teko berisi air got maka yang keluar adalah air got yang kotor dan bau. Jadi apa yang keluar dari mulut kita adalah cerminan hati dan diri kita.
Jadi Air teko jenis apakah anda?


--ninol-